Cinta memang membuat kita menjadi lupa segalanya. Terkadang kita berfikir tanpa akal dan sering kali berfikir tanpa akal. Kenapa bisa begitu aku juga gak terlalu ngerti.
Aku punya seorang pacar yang itu adalah mantan kekasihku dulu. Kata seorang temanku, "jangan suka pacaran sama mantan, mantan itu kan harus dilupain" tapi buatku gak harus selalu seperti itu, kalo emang kita masih punya rasa sama dia apa salahnya kita balikan sama dia.
Emang sih dia dulu pernah bohongin aku tapi gak tau kenapa aku masih sayang banget sama dia. Dia emang cinta pertamaku. Dulu aku kenal dia gak disengaja pas aku lagi maen ke tempat temen dan kebetulan dia juga lagi maen disitu (tapi buatku itu bukan kebetulan melainkan takdir :D) trus kita kenalan disitu sampai akhirnya dia nyatain cinta nya ke aku tapi hubungan kita gak berlangsung lama karena dia punya cewek lain dalam hidupnya.
Aku sempet benci banget sama dia tapi rasa cintaku ke dia ngalahin rasa benciku ke dia. Setelah beberapa tahun gak pernah ada komunikasi tiba" dia hubungin aku lagi, jelas aja aku seneng banget. Kita jadi sering smsan, chatting, telpon dan pada suatu hari tepatnya tanggal 8 Maret kemarin dia nyatain cinta nya lagi ke aku dan terang aja aku langsung terima dia karena emang aku liat dia udah berubah dan aku masih cinta sama dia. Bener dugaanku dia emang udah berubah, dia bukan dia yang dulu. Dia lebih perhatian sama aku beda sama dulu dia yang cuek banget sama aku.
Banyak juga rintangan yang datang menguji cintaku ke dia. Tiba" aja 2 mantanku ngajakin aku balikan pada waktu yang hampir bersamaan. Mereka gak gitu aja nyerah walaupun aku udah bilang ke mereka kalau aku udah punya pacar tapi mereka masih aja nyoba buat nyuri hatiku. Salah satu dari mereka bahkan sempet ngancem mau bunuh diri tapi karena aku udah tau sifatnya jadi aku diem aja toh dia juga cuma gertak doang. Sampai akhirnya mereka nyerah dan gak hubungin aku lagi.
Meski kita gak sering ketemu tapi kita selalu jaga komunikasi kita dan aku selalu sisain waktu buat dia. Aku berharap hubungan ini bakal berlanjut sampai maut yang memisahkan kita. Amin.
Sabtu, 25 Mei 2013
Rabu, 22 Mei 2013
Sahabatku
Kalian matahariku
Kalian kebahagiaanku
Kalian duniaku
Kalian sahabat terbaikku
Dikala aku sedih
Dikala aku susah
Dikala aku membutuhkan seseorang yang bisa mengerti aku
Kalian ada untukku
Menghibur dikala sedih
Membantu dikala susah
Menemani dikala sendiri
Mendengar dikala aku berkeluh kesah
Kalian tegur aku dikala aku salah
Kalian yang mencegahku berbuat salah
Kalian yang mengingatkanku untuk berbagi
Untuk tidak jatuh dijalan yang salah
Kita selalu bersama-sama
Melewati hari-hari bersama-sama
Kalianlah sahabat terbaikku
Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan
Kalian kebahagiaanku
Kalian duniaku
Kalian sahabat terbaikku
Dikala aku sedih
Dikala aku susah
Dikala aku membutuhkan seseorang yang bisa mengerti aku
Kalian ada untukku
Menghibur dikala sedih
Membantu dikala susah
Menemani dikala sendiri
Mendengar dikala aku berkeluh kesah
Kalian tegur aku dikala aku salah
Kalian yang mencegahku berbuat salah
Kalian yang mengingatkanku untuk berbagi
Untuk tidak jatuh dijalan yang salah
Kita selalu bersama-sama
Melewati hari-hari bersama-sama
Kalianlah sahabat terbaikku
Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan
Minggu, 12 Mei 2013
Kisahku
Hai, namaku Intani Tiyan Lusinta. Aku anak pertama dari 2 bersaudara. Aku lahir tanggal 11 April 1994. Aku suka photography, membaca, menulis, bernyanyi, jalan-jalan, dan kumpul bersama teman-teman.
Sewaktu kecil aku tidak memiliki teman karena aku kurang percaya diri dan berasal dari keluarga kalangan menengah kebawah. Banyak teman-teman ku yang meremehkanku, mereka sering mengucilkan aku hingga mereka hanya mau bermain dengan ku jika aku memiliki sesuatu yang mereka inginkan atau mereka sedang membutuhkanku. Nilai-nilai ku pun tak ada yang bagus, bisa dibilang aku sangat bodoh waktu itu, mungkin karena perlakuan teman-teman yang membuatku minder. Pernah aku berfikir untuk pindah sekolah sewaktu SD namun setelah difikirkan kembali itu hanya akan menyusahkan kedua orangtuaku karena mereka pasti akan mengeluarkan biaya lebih untuk itu sehingga aku mengurungkan niatku dan melanjutkan hari-hari ku disekolah itu dengan tetap bersabar diri melayani kelakuan teman-teman.
Aku lulus SD dengan nilai yang pas-pasan hingga merepotkan orangtuaku dalam mencari SMP dan semenjak itu aku berkomitmen untuk merubah diriku yang dulu menjadi seseorang yang baru demi orangtuaku. Aku mendapatkan SMP yang tak terlalu buruk bagiku karena semua sekolah itu sama saja tergantung pada pribadi masing-masing dalam menjalankannya. Di sekolah itu aku mulai memberanikan diri untuk mencari teman sebanyak-banyaknya dan usahaku pun membuahkan hasil, aku mempunyai banyak teman disana, hampir semua kelas mengenalku. Ternyata menjadi ramah itu sangat menyenangkan.
Semenjak itu aku bertekad untuk terus menjadi orang yang ramah agar semua orang yang berada disekitarku menyukaiku. Hingga sekarang aku mempunyai banyak teman dan prestasi belajarku pun meningkat tajam. Dari seekor itik buruk rupa menjelma menjadi seekor angsa cantik dan menawan.
Langganan:
Postingan (Atom)